Ketua IWOI Jateng Angkat Bicara soal Kasus Dua Oknum Wartawan yang Terancam Pasal 368 KUHP

{getMailchimp} $title={MailChimp Form} $text={Subscribe to our mailing list to get the new updates.}

Ketua IWOI Jateng Angkat Bicara soal Kasus Dua Oknum Wartawan yang Terancam Pasal 368 KUHP

Rabu, 02 April 2025, 11:33:00 AM


Semarang
 |JejakKASUS.biz.id– Kasus yang menimpa dua oknum wartawan dari salah satu media di wilayah hukum Polresta Cilacap kembali menjadi sorotan. Keduanya diduga melakukan pemerasan terhadap pemilik toko yang menjual rokok ilegal.


Ketua DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jawa Tengah, Teguh Supriyanto, menyayangkan bahwa pemilik toko rokok ilegal tersebut tidak turut diproses hukum. Ia mempertanyakan langkah Polresta Cilacap yang hanya menindak oknum wartawan, sementara penjual rokok tanpa cukai tetap beroperasi, Rabu (2/4/25).


"Seharusnya, dengan adanya temuan ini, Polresta Cilacap tidak hanya menangani kasus dugaan pemerasan oleh wartawan, tetapi juga menindak tegas pelaku penjualan rokok ilegal. Ini jelas merugikan negara. Ada apa dengan kasus ini?" ujar Teguh.


Teguh menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal jalannya kasus ini dan meminta klarifikasi langsung kepada Kapolresta Cilacap. Ia mengaku sudah mencoba menemui Kapolresta pada Sabtu lalu, namun belum berhasil bertemu karena Kapolresta tidak berada di tempat.


Dalam kunjungannya ke Cilacap, Teguh didampingi oleh perwakilan dari Lembaga KANI. Mereka juga menyempatkan diri bertemu dengan keluarga salah satu wartawan yang ditahan.


Evi, istri salah satu wartawan yang ditangkap, mengungkapkan kesulitannya setelah suaminya ditahan.


"Saya tidak tahu suami saya ada masalah. Sekarang saya kebingungan karena dia adalah tulang punggung keluarga, sementara anak-anak kami masih butuh biaya," ujar Evi dengan suara lirih, berharap agar suaminya segera bebas.


Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polresta Cilacap. Publik pun menunggu kejelasan apakah kepolisian juga akan menindak penjual rokok ilegal atau hanya berfokus pada dugaan pemerasan oleh wartawan.(Yanto)

TerPopuler